102 views

“MGMP PUNYA PERAN PENTING DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI BPI DALAM ERA DIGITALISASI”

“MGMP PUNYA PERAN PENTING DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI BPI DALAM ERA DIGITALISASI”

Disusun oleh : Rohmah Puspa Sari, S.Pd

PENDAHULUAN

Setiap anak dilahirkan dengan berbagai keistimewaan tergantung siapa yang mengarahkan dan mendampinginya agar potensi dalam diri mereka dapat di kembangkan dengan baik. Tidak hanya orang tua dan lingkungan, pendidik (guru) memiliki peranan penting dalam membantu mengembangkan potensi tersebut. Tentu ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan mengingat di setiap prosesnya akan menemui berbagai rintangan yang dihadapi sehingga mengharuskan pendidik untuk mencari solusi. Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dapat menjadi wadah bagi setiap pendidik dalam meningkatkan dan memperkuat kompetensi yang dimiliki melalui diskusi dan pelatihan. Peran penting asosiasi ini dapat membantu para pendidik untuk menemukan berbagai solusi dari berbagai permasalahan pembelajaran salah satunya dengan cara bertukar pendapat dan pengalaman baik itu bertemu nyata ataupun bertatap maya. Era digitalisasi ini dapat mempermudah setiap anggota MGMP dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi valid dengan cepat tampa harus menentukan tanggal pertemuan. Belum lagi perubahan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan peserta didik ini, terkadang membuat pendidik menjadi haus akan pengetahuan. Rasa penasaran  dan ingin tahu akan informasi dapat di sampaikan minimal di sebuah grup whatapp. Hal ini dapat membuka ruang diskusi yang berdampak pada  bertambahnya wawasan baru dari pertukaran pendapat dan pengalaman anggota.

Tidak hanya itu tindak lanjut dari masalah yang di hadapi atau masukan dari anggota akan di buatkan solusi sesuai dengan kebutuhannya sepeti di adakannya pelatihan. Ini merupakan bukti bahwa setiap MGMP memahami pentingnya menjadi tempat untuk meningkatkan aktivitas, kreatifitas dan kualitas pendidik. Yang nantinya diharapkan akan berdampak pada keberhasilan proses belajar mengajar dan terciptanya pendidik yang kompeten yaitu pendidik yang menguasai kompetensi pedagogic, kepribadian, social dan professional.

Dari paparan di atas membuat penulis tertarik untuk mengangkat topik mengenai  “MGMP Punya Peran Penting Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru di Era Digitalisasi”

PEMBAHASAN

Dalam menghadapi persaingan global, pendidik diharuskan untuk mencetak generasi yang bukan hanya pintar namun juga berkarakter. Ini sangatlah penting karena karakter dapat mencerminkan kepribadian seseorang. Jika kita bicara mengenai seuatu bangsa maka karakter tersebut dapat dikatakan sebagai identitas. Hilangnya karakter akan menghilangkan identitas bangsa dan dapat menghancurkan suatu bangsa  (Supriyanti R 2019). Hal ini sejalan dengan kurikulum merdeka mengarah pada terbentuknya karakter pelajar pancasila seperti beriman bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif

Untuk menuju tujuan yang baik tentunya tidaklah mudah, akan ada beberapa rintangan yang harus dihadapi selama proses pembelajaran. Nantinya peserta akan dihadapkan dengan asesmen nasional, salah satu bagiannya adalah  asesmen kompetensi minimum (AKM) yang akan diberikan kepada peserta didik setara SMA ada kelas XI. AKM ini mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) peserta didik. Mata pelajaran matematika sudah di anggap mengerikan bagi sebagian besar peserta didik dan tentuna itu hanya satu dari sekian kendala yang akan dihadapi oleh pengajar. Semua kendala baik itu yang sudah dapat di prediksi ataupun tidak akan menjadi tugas besar bagi setiap pengajar matematika agar menemukan solusi yang tepat. Adapun beberapa pertanyaan di beberapa pengajar  ialah

  1. Kebingungan dalam memahami seperti apa saja cara siswa seharusnya belajar, cara menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dari faktor eksternal ataupun internal serta cara mengkondisikan kelas agar tetap kondusif di jam berapapun kita mengajar. Terkadang dijam-jam tertentu peserta didik tidak kondusif.
  2. Kesulitan memberikan materi yang abstrak agar peserta didik memahami ini mengingat yang real saja terkadang mereka kesulitan untuk memahami
  3. Kebingungan aplikasi apa saja yang dapat digunakan untuk peserta didik dalam mengumpulkan tugas, menelesaikan latihan soal atau ulangan harian dan media apa saja yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika
  4. Projek apa saja yang dapat diberikan kepada peserta didik yang disesuai dengan kurikulum
  5. Bagaimana mengantarkan peserta didik agar dapat lolos olimpiade matematika baik itu tingkat kota maupun provinsi dan lolos UTBK.

Beberapa uraian di atas merupakan sebagian masalah yang mungkin akan muncul. Bisa jadi masalah tersebut ada yang beririsan dengan mata pelajaran lain dan kemungkinan sudah dapat di prediksi pula oleh setiap sekolah. Sehingga para pendidik akan diberikan IHT (in house training) namun menurut hemat saya itu bersifat umum  bagi semua guru mata pelajaran. MGMP dapat berperan sebagai  tempat untuk berdiskusi, bertukar pikiran dan pengalaman bagi pengajar mata pelajaran yang sama dalam menghadapi kendala yang di alami oleh pengajar. Adapun tujuan MGMP menurut Direktorat Profesi Pendidik Depdiknas yaitu:

  1. Memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal, khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, Profil Peran memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar, dsb.
  2. Memberi kesempatan kepada anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik.
  3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih professional bagi peserta kelompok kerja atau musyawarah kerja.
  4. Memberdayakan dan membantu anggota kelompok kerja dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah.
  5. Mengubah budaya kerja anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja (meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan kinerja) dan mengembangkan profesionalisme guru melalui kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme guru melalui kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme di tingkat KKG/MGMP
  6. Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik
  7. Meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan-kegiatan di tingkat KKG/MGMP (Wardini S.U, 2019)

Dari tujuan MGMP itu sendiri dapat dikatakan bahwa asosiasi ini merupakan wadah bagi semua pendidik dalam memperluas wawasan dan pengetahuannya. Sehingga kompetensi guru, mutu proses pendidikan, profesionalisme, pengetahuan dan keterampilan dapat meningkat. Himpunan ini juga dapat dikatakan sebagai tempat berdiskusi, bertukar pendapat dan pengalaman. Kemampuan guru haruslah selalu di perbaharui, tidak hanya dibidang profesionalisme saja namun dari segi teknologinya pun sama. Mengingat pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan teknologi, informasi dan komunikasi di era digitalisasi 4.0 ini. Perubahan yang terjadi sangat cepat banyaknya aplikasi yang bermunculan menjadikan pembalajaran tidak lagi hanya menggunakan buku paket biasa atau papan tulis dan spidol manual. Sumber pembelajaranpun tidak terpatok pada buku-buku yang ada di perpustakaan saja, namun dalam menggunakan internet dengan sumber-sumber yang bervariasi.  Pemberian latihan soal pun tidak harus berupa tulisan kertas yang di fotocopy namun dapat menggunakan aplikasi yang beragam. Berbagai aplikasi pembelajaran di gunakan semata-mata untuk membuat semuanya menjadi mudah efektif dan efisien. Bahkan tidak sedikit aplikasi berbasis game yang bermunculan demi terciptanya pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Pandemic yang muncul di dua tahun ini menjadi katalisator bagi setiap guru bertransformasi digital dalam pembelajaran. Matematika yang mengetik saja sulit atau butuh beberapa tahap untuk menggunakan simbol-simbol yang ada jika tidak mau menggunakan papan tulis manual. Sekarang kita dapat menggunakan pen tablet untuk menggantikan papan tulis dan spidol manual. Pelatihan, seminar atau apapun yang tujuannya meningkatkan kompetensi guru diadakan oleh MGMP tidak harus bertatap muka namun dapat bertatap maya misalkan melalui aplikasi zoom. Peserta didik dan pendidik harus sudah bersiap untuk menghadapi transformasi digital besar-besaran. Bukan tidak mungkin jika percepatan antara teknologi dengan pendidikan akan sama atau bahkan beriringan.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh MGMP untuk dapat meningkatkan kemampuan setiap pendidik di masing-masing sekolah. Seperti mengadakan beberapa kegiatan sesuai dengan tujuan dan kepentingan masing-masing anggota misalkan mengenai

  1. Seminar atau pelatihan menganai Kurikulum merdeka secara berkelanjutan oleh tenanga ahli sehingga hasil dari kegaitan tersebut dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi pendidik dalam proses pembelajaran.
  2. Seminar atau pelatihan menganai Aplikasi dan media apa saja yang dapat digunakan selama proses pembelajaran baik untuk presentasi, pemberian materi, latihan soal ataupun ulangan harian
  3. Seminar atau pelatihan menganai Memahami seperti apa saja cara siswa seharusnya belajar, mengkondisikan kelas agar tetap kondusif di jam berapapun kita mengajar dan cara menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dari faktor eksternal ataupun internal
  4. Seminar atau pelatihan menganai Kiat-kiat dalam membimbing peserta didik agar dapat lolos UTBK serta lolos olimpiade matematika baik itu tingkat kota maupun provinsi
  5. Membuat perlombaan karya tulis mengenai keberhasilan pendidik dalam pembelajaran sehingga mengantarkan peserta didiknya lebih memahami konsep. Ini berguna sebagai refensi pendidik dalam membimbing peserta didik agar memahami dasarnya.
  6. Membuat perlombaan mengenai pembuatan alat peraga yang menunjang pembelajaran
  7. Membahas isu-isu pendidikan terbaru agar pendidik selalu mendapatkan informasi baru

Dengan di laksanakannya kegiatan tersebut maka kemungkinan besar anggota MGMP dapat merasakan manfaat besar dikarenakan terjadinya transformasi digital seperti efisiensi waktu, pembelajaran menjadi lebih kooperatif, dapat mengetahui peningkatan hasil pembelajaran, kepercayaan orang tua terhadap sekolah menjadi tinggi. Ini karena mudahnya orang tua untuk memantau pembelajaran dan,hasil belajar anak mereka serta  dapat mengetahui evaluasi hasil belajar. Sehingga kompetensi yang dimiliki oleh pendidik dapat meningkat di era digitalisasi.

 DAFTAR PUSTAKA

Kemendikbud. (2022). Profil Pelajar Pancasila. Diakses pada 12 Agustus 2022 dari https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/profil-pelajar-pancasila/

Supriyanti R, (2019). Cirebon “Peran MGMP Matematika Dalam Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru, Motivasi dan Karakter Siswa SMP Negeri di Kota Cirebon “ PEDIAMATIKA: Journal of Mathematical Science and Mathematics Education, Vol.01(02), 38-46 Mei 2019

Wardini S.U.  (2019) Peran MGMP Matematika dalam mengembangkan prfesinalisme Guru. (Tesis IAIN Tulungagung, 2019) Diakses dari http://repo.uinsatu.ac.id/13424/

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.