123 views

Perpustakaan Kekinian di Era Digitalisasi

Perpustakaan Kekinian di Era Digitalisasi

Oleh : Dra. Dida Faridasari Suryadikusumah

Saat ini dunia telah memasuki era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan hadirnya konvergensi inovasi digital yang dimanfaatkan di berbagai sektor industri. Hal ini ditandai dengan adanya sebuah transformasi komprehensif dari segala aspek produksi yang terjadi di dunia industri melalui penggabungan antara teknologi digital serta internet dengan industri konvensional. Teknologi-teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini hadir untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang semula harus dilakukan oleh tenaga manusia ahli, sekarang digantikan dengan penggunaan mesin teknologi. Hadirnya otomasi dan kecerdasan buatan di industri tentu memberikan potensi besar untuk melipat gandakan produktivitas kerja. Berbagai perusahaan besar dunia bahkan telah menggunakan robot, kecerdasan buatan sebagai pekerja dilinih produksinya.

Revolusi Industri 4.0 tentunya memberikan perubahan yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, baik itu dalam bidang sosial-budaya, ekonomi, pariwisata dan pendidikan. Dalam sektor pendidikan sendiri, dengan semakin berkembangnya teknologi digital saat ini terdapat berbagai macam keuntungan yang bisa didapatkan oleh masyarakat, salah satunya kemudahan dalam mengakses informasi. Perpustakaan sebagai penyedia informasi dan koleksi literatur juga turut mengalami dampak dari adanya transformasi digital, yaitu penggunaan teknologi digital dalam koleksinya melalui penyediaan koleksi e-book dan e-journal. Pengaruh jaringan internet dan digitalisasi mampu merubah suatu karya cipta yang awalnya berbentuk fisik atau konvensional dapat dialihkan ke dalam bentuk digital.

Namun dibalik manfaat dari percepatan dan otomasi industri banyak sekali tantangan bagi perpustakaan dalam menghadapi revolusi industri ke empat, diantaranya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat dan harus dikelolanya. Kalangan masyarakat saat ini yang begitu internet-savvy membuat perpustakaan dari waktu ke waktu semakin sepi pengunjung karena informasi demikian mudah didapatkan melalui internet. Jika hal ini dibiarkan tanpa adanya persiapan maka akan mempengaruhi fungsi pustakawan secara khusus yaitu melayani serta menyediakan sumber koleksi yang berkualitas dan terbaru, agar siap menghadapi perkembangan teknologi informasi. Selain itu, perpustakaan juga harus mengarahkan kebijakan apa yang akan diambil untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Di era digital yang semakin berkembang saat ini, terdapat beberapa strategi yang harus dijalankan oleh pengelola perpustakaan agar perpustakaan tidak semakin tergerus oleh maraknya perkembangan globalisasi. Dalam upaya menghadapi tantangan di era 4.0, perpustakaan harus berani beradaptasi dan tidak menutup diri atas kemajuan teknologi, sebab perpustakaan memiliki peran penting sebagai pusat sumber ilmu pengetahuan. Hal ini dapat di mulai dengan melakukan rombak ulang manajemen pengolahan perpustakaan dan mengubahnya untuk dapat diakses secara digital. Perpustakaan dapat melakukan pemanfaatan teknologi informasi untuk menarik perhatian generasi muda terhadap dunia literasi, misalnya dengan menghadirkan aplikasi perpustakaan online sehingga memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk mengakses layanan yang tersedia di perpustakaan,

Demi memberikan kenyamanan dan kemudahan akses dalam mendapatkan informasi yang mudah dan cepat bagi masyarakat, maka idealnya perpustakaan dapat membuka diri dan menjalin kerjasama dengan perpustakaan di lain pihak agar dapat saling bertukar informasi serta mencapai tujuan yang diharapkan pemustaka secara efektif dan efisien, Perpustakaan harus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Perpustakaan kedepannya tidak hanya menjadi tempat berkumpul untuk membaca buku ataupun mencari informasi, namun perpustakaan dapat menjadi working space tempat munculnya inovasi-inovasi baru dan pengembangan kreativitas. Perpustakaan juga dapat menjadi suatu virtual office yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk menambah wawasan dan mengembangkan kreativitas dan inovasi-inovasi yang konstruktif.

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.