633 views

PERANAN KARAKTER DALAM PEMBENTUKAN PROFIL PANCASILA DI ADAD 21

Apa itu Pengertian Karakter ? menurut Kamus akbar Bahasa Indonesia, Karakter memiliki arti: 1). Sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seorang dari yg lain. dua).Pengertian karakter menurut pusat Bahasa Dekdiknas artinya “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, watak, temperamen, tabiat”. Adapun berkarakter, artinya berkepribadian, berperilaku, bersifat, serta berwatak.

Apakah tantanngan dunia pendidikan di Abad 21 ?

Peserta didi harus memiliki 4 kemampuan yaitu critical Thinking, kemampuan collaboration, kemampuan communication, dan kemampuan creativity. Apa pengertian 4 kemampuan tersebut :

1.Critical Thinking And Problem Solving Skill (Kecakapan Berpikir Kritis dan Memecahkan Masalah)

Seorang peserta didik harus mampu berpikir kritis, bersifat mandiri, berdisiplin diri dan memperbaiki proses berpikir sendiri.  Hal itu memerlukan komunikasi efektif dan pemecahan masalah untuk mengatasi sikap egosentris. Berpikir kritis berarti  mampu menuangkan pemikiran dan alasan sesuai situasi, mampu mengambil keputusan dan membuat solusi untuk menyelesaikan masalah.

2.Communication Skill ( Kecakapan Berkomunikasi)

Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi, gagasan, emosi dengan menggunakan symbol-simbol, kata-kata, gambar dan lainnya sehingga membantu membangkitkan respon penerima. Dalam berkomunikasi dibutuhkan bahasa yang mudah dipahami, menghargai pendapat orang lain dan menjelaskan dengan pikiran yang logis.

3.Creativity And Innovation Skills ( Kreatifitas Inovasi)

Kreatifitas merupakan bagaimana berpikir yang produktif memiliki daya cipta pikir yangterbuka dan responsive. Berpikir secara kreatif berarti mampu menngemukakan ide-ide kreatif yang konseptual dan praktikal. Jika mengalami kegagalan bangkit lagi dan menjadikanya sebagai pembelajaran serta mampu beradaptasi dalam situasi baru dan memberikan kontribusi positif di lingkungan sekitar.

4.Collaboration Skills ( Kolaborasi)

Kolaborasi merupakan proses pembelajaran yang bekerjasama satu dengan yang lainnya membantu dan melengkapi dalam melakukan tugas-tugas, mampu bekerja sama secara kelompok dan beradaptasiKolaborasi dalam proses pembelajaran adalah suatu bentuk kerjasama dengan satu sama lain saling membantu dan melengkapi dalam melakukan tugas-tugas tertentu agar diperoleh suatu tujuan yang telah ditentukan. Memiliki kemampuan dalam kerjasama berkelompok  dan mampu beradaptasi dalam berbagai peran dan kelompok.

Apa yang dimaksud Profil Pelajar Pancasila ? Dalam paradigma baru pendidikan nasional (kurikulum merdeka) Profil Pelajar Pancasila menjadi acuan utama dalam memandu kebijakan pendidikan, termasuk sebagai acuan bagi pendidik untuk mengembangkan karakter dan kompetensi peserta didik. Profil Pelajar Pancasila adalah kompetensi lulusan yang mencerminkan kualitas generasi yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional serta cita-cita para pendiri bangsa. Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024 menyatakan, “Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila”. Profil Pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab pertanyaan, peserta didik dengan kompetensi apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila memperhatikan faktor internal yang berkaitan dengan jati diri, ideologi, dan cita-cita bangsa Indonesia, serta faktor eksternal yang berkaitan dengan konteks kehidupan dan tantangan bangsa Indonesia yang sedang menghadapi revolusi industri 4.0. Profil Pelajar Pancasila memberikan gambaran yang ingin dituju mengenai karakter dan kemampuan pelajar Indonesia. Profil Pelajar Pancasila ini dicetuskan sebagai pedoman untuk pendidikan Indonesia. Tidak hanya untuk kebijakan pendidikan di tingkat nasional saja, akan tetapi diharapkan juga menjadi pegangan untuk para pendidik, dalam membangun karakter anak di ruang belajar yang lebih kecil.

Ada enam ciri yang menjadi dimensi atau kompetensi profil pelajar Pancasila, yaitu (1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; (2) berkebinekaan global; (3) bergotong royong; (4) mandiri; (5)  bernalar kritis; dan (6) kreatif.  Dimensi-dimensi tersebut menunjukkan bahwa Profil Pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia. Keenam ciri tersebut dijabarkan sebagai berikut:

  1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Ada lima elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara.
  2. Berkebinekaan global adalah dimensi dimana pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Elemen dan kunci kebhinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebhinekaan.
  3. Bergotong Royong yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen-elemen dari bergotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.
  4. Mandiri  yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.
  5. Bernalar Kritis yaitu mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil keputusan.
  6. Kreatif yaitu pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.

Apakah Peranan Karakter dalam pembentukan Profil Pelajar Pancasila pada Abad 21 ?

Karakter yang dimiliki peserta didik adalah modal yang dimiliki dan dapat ditumbuh kembangkan melalui segala aktivitas pembelajaran yang dilakukan disekolah yang terintegrasi dengan dimensi Profil Pancasila berupa  budaya sekolah, pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, maupun ekstrakulikuler, yang menghasilkan manusia-manusia unggul berkarakter Profil Pancasila untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kab.Bandung Barat, 11 Agustus 2022

(Muhammad Bardiansyah)

Guru PJOK

 

Referensi

Felicia, Nisa, et, al . Naskah Akademik Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Dan Perbukuan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024.

Zuchron, D. Tunas Pancasila. Direktorat Sekolah Dasar, Jakarta:  Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas dan Dikmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, 2021.

https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/profil-pelajar-pancasila/

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.