198 views

DIGITALISASI DAPAT MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS KERJA SEBAGAI LAYANAN PRIMA BAGI STAKE HOLDER

DIGITALISASI DAPAT MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS KERJA SEBAGAI LAYANAN PRIMA BAGI STAKE HOLDER

Disusun oleh : Nora Ulfa Lestari, S.Pd.I

 

Apa itu Digitalisasi ? menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Digitalisasi adalah proses pemberian atau pemakaian sistem digital.

Era digital sudah bukan lagi perkara masa depan, namun sudah menjadi realita bagi populasi dunia. Perkembangan teknologi yang terus meningkat tajam dari tahun ke tahun pun sebenarnya dilakukan demi mengimbangi kebutuhan manusia akan teknologi yang semakin besar. Dalam setiap aspek kehidupan, selalu ada teknologi digital yang membantu kita sehari-hari, menjadikan aktivitas lebih efisien.

Selama masa pandemi Covid-19 berlangsung, dunia virtual menjadi jauh lebih sibuk dan ramai dari sebelumnya. Hal ini terjadi karena semakin banyak masyarakat beralih menggunakan gadget dan komputer sebagai alat penyambung hidup demi menggantikan berbagai aktivitas secara langsung. Perubahan pada masyarakat tersebut memberikan dampak pada perkembangan perekonomian dengan mempercepat transformasinya secara digital.

Dalam sebuah Webinar dengan narasumber Prof. Sri Adiningsih, M.Sc., Ph.D., selaku Guru Besar Departmen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, menyampaikan materi yang berjudul “Covid-19 Impact on Digital Economy: Indonesian Case” pada Selasa (27/07)  virtual International Week 2021 (IWEEK 2021). Prof. Sri Adiningsih menjelaskan beberapa poin bagaimana krisis pandemi Covid-19 dapat mengakselerasi transformasi digital. Yaitu dorongan untuk mengurangi interaksi langsung selama pandemi Covid-19 telah mengutamakan digitalisasi dan otomatisasi. Selain itu, Prof. Sri Adiningsih juga menyebutkan bahwa dalam krisis yang melanda skala global sekalipun, pandemi telah menyebabkan percepatan transformasi digital lebih lanjut secara global.

Seperti yang kita rasakan saat ini semua kegiatan yang ada sudah berbasis digitalisasi, contohnya seperti berbagai jenis e-commerce dan juga layanan financial technology (fintech) yang semakin marak baik dikalangan anak muda maupun orang tua.

Tak terkecuali dunia pendidikan. Pendidikan saat ini bertransformasi menjadi lebih modern, terlebih di masa pandemic yang serba mengandalkan teknologi akibat penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal ini mengakibatkan berbagai platform digital saat ini banyak digunakan, misalnya saja Zoom hingga Google Classroom. Semua itu tidak terlepas dari peran kemajuan teknologi/digitalisasi yang begitu mendominasi.

Digitalisasi meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja; Digitalisasi pendidikan sendiri diartikan sebagai upaya menunjang pembelajaran secara online tanpa mengurangi makna dari proses belajar-mengajar itu sendiri, terlebih di masa pandemic yang menuntut adanya pembelajaran secara online menuntut berbagai pihak mengupayakan pembelajaran berlangsung efektif, efisien, dan menyenangkan namun tetap fleksibel. Digitalisasi dalam pendidikan merubah metode pembelajaran yang semula bersifat tradisional menjadi modern yang membawa perubahan orientasi kepada peserta didik seperti mengajarkan kepada siswa teknologi dengan penggunan teknologi dalam pengajaran, belajar bekerjasama, kolaborasi, perbaikan komunikasi, membudayakan kreativitas dan inovasi, mengajarkan pembelajaran yang relefan dengan dunia nyata.

Dalam menerapkan digitalisasi pendidikan bukanlah hal yang mudah. Memang dengan adanya digitalisasi dalam dunia pendidikan menjadikan peserta didik maupun guru “melek” teknologi. Akan tetapi, dalam pengimplementasiannya terdapat berbagai tantangan yang akan dihadapi, misalnya saja penggunaan aplikasi pendidikan bagi guru-guru senior yang memang tidak melekat pada teknologi. Disamping itu, Keterampilan baru akan muncul menggantikan keterampilan-keterampilan lama yang sudah usang. Apabila semua guru dan stakeholder pendidikan tidak mengikuti tren perubahan maka tidak lagi dapat berperan aktif dalam berbagai pekerjaan dan pemanfaatan audio, visual, dan audiovisual yang kurang maksimal dalam penyampaian materi juga menjadi salah satu tantangannya, sebab Ketika guru kurang menonjolkan sisi kreatifitasnya maka konsep-konsep yang dijelaskan kurang optimal dari segi penggambaran nyata. Dan tak luput para orang tua pun dipaksa untuk ikut dalam perubahan Digitalisasi Pendidikan karena saat pandemic orang menjadi guru dan pendamping anak saat PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Mendikbud Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa tren digitalisasi ini akan terus berlangusng bahkan akan terjadi kolaborasi antara analag dan digital meskipun pandemi berakhir. Menurutnya, meskipun peran guru tidak akan tergantikan justru dikuatkan potensinya melalui digitalisasi pendidikan.

Perubahan metode pembelajaran dari tradisional ke digital yang paling dirasakan yaitu dalam proses belajar mengajar yang berubah menjadi PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dikarenakan pandemi yang harus jaga jarak satu dengan yang lain. Perubahan PJJ ini membuat semua bahan ajar mengalami proses digitisasi agar nantinya bisa digunakan dalam proses digital, sehingga muncullah istilah E-learning, Online learning, Virtual learning dan Digital Learning dengan pemahaman yang sama, yaitu pembelajaran  berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

 

 

https://kbbi.web.id/digitalisasi

Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Webinar ,Prof. Sri Adiningsih, M.Sc., Ph.D., selaku Guru Besar Departmen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM,”Covid-19 Impact on Digital Economy: Indonesian Case” virtual International Week 2021 (IWEEK 2021).

 

https://www.kompasiana.com/cindyflorencine17/61c896069bdc401a30282b42/efektifkah-penerapan-digitalisasi

https://feb.ugm.ac.id

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.