Administrator

Administrator

Saturday, 07 October 2017 22:12

SMA BPI2: Road To digital Class

Burangrang (24/9), Upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan BPI 2 terus dilakukan. Sesuai dengan rencana jangka pendek dan menengah, salah satu program yang ditetapkan adalah dengan menjadikan kegiatan belajar mengajar menjadi berbasis digital.

Dimulai dengan melakukan perbaikan dan pemasangan inprastruktur jaringan lokal (local area network/LAN) dan internet, pemasangan jaringan dimaksudkan agar seluruh ruang dan kelas terintegrasi dalam LAN, sehingga diharapkan penggunaan dan pemanfaatan LAN dan internet bisa didapat secara maksimal.

Saturday, 10 June 2017 05:55

Pesantren Ramadhan 2017

BPI2, Menyambut bulan suci Ramadhan SMA BPI2 menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan untuk seluruh siswa khususnya kelas 10.

Tuesday, 11 July 2017 05:34

Mereka Yang Diterima di SMPTN 2017

BPI2 Bandung, Salah satu indikator kualitas sekolah ditentukan seberapa banyak lulusannya dapat diterima dan melanjutkan di PTN & PTS.

Pada tahun ajaran 2016-2017 SMA BPI2 Bandung berhasil meloloskan para lulusannya ke beberapa PTN dan PTS seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini

Saturday, 04 March 2017 23:49

Sound Of Flavor BPI2 : Trans Studio Mall

Sound Of Flavor 5.3.2017

Salah satu bentuk layanan masyarakat dari SMAS BPI2 Bandung yang dikemas dalam bentuk Art and Performances 2017 yang bertajuk " Sound of Plavor" digelar di Trans Studio Mall Bandung, Jl.Gatot subroto.

Berbagai kegiatan penampilan seni dari para siswa SMAS BPI2 Berkualitas dan berkolaboraasi dengan TK BPI dan SD BPI dapat disaksikan untuk umum pada tanggal 5.3.2017 mulai pukul 09.00-1400 di TSM Bandung.

Selain itu berbagai bentuk informasi berkaitan layanan pendidikan di SMAS BPI2 Bandung Berkualitas dapat di dapatkan secara gratis.

Thursday, 16 February 2017 03:35

Debate Competition LP3i

Debate Competition LP3i 2017

SMAS BPI2 Bandung berhasil merebut juara 3 dalam Debate Competition LP3i 2017 di jakarta beberapa waktu yang lalu.

Ryu Renaldy dan M Faris meruapakan utusan dari SMAS BPI2 Bandung dalam acara tersebut berhasil merebut Juara 3.

Open Tournament Paku bumi 2017 di Padepokan Taman Mini Indonesia Indah

 (2/2) Team Pencak silat SMAS BPI2 Bandung berangkat mengikuti lomba Open Tournament Paku bumi 2017 di Padepokan Taman Mini Indonesia Indah. Open turnament pencak silat ini Dikti oleh 1005 peserta dari seluruh Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan sejak tanggal 2-5 Februari 2017, merupakan ajang lomba salah satu olahraga khas Indonesia, Pencak Silat.

Seolah membangun tradisi juara setiap kali mengikuti lomba atau kompetisi dalam kesempatan inii kontingen pencak silat SMAS BPI 2 Bandung berhasil merebut 2 Mmedali emas dan 3 medali perak.

Medali Emas di rebut oleh ....................... dan medali perak direbut oleh ...

 

 

 

Saturday, 17 December 2016 03:09

FUTSAL COMPETITION 2016

bpi2 (17/12).  Futsal competition 2016 yang diselenggarakan oleh SMA BPI Berkualitas dibuka secara resmi pada pagi hari ini Sabtu 17/12. Kegiatan bergensi dalam ajang prestasi olahraga di ikuti oleh hampir 40 sekolah tingkat SMP se Kota Bandung dan sekitarnya.

Sambutan dari Yayasan BPI yang diwakili oleh Bpk Iyep (sekretaris) mewakili pimpipnan yayasan.

Dalam kompetisi ini diikuti oleh 64 team dari 40 SMP sekota bandung dan sekitarnya, seluruh peserta terlihat sangat antusias mengikuti acara pembukaan. Kompetisi yang memperebutkan Trophi Bergilir SMA BPI 2, bagi para juara akan diberikan hadiah menarik, untuk juara I mendapatkan hadiah sebesar Rp.2500000, juara II hadiah sebesar Rp.2000000, juara III mendapatkan hadiah Rp.1500000. selain mendapatkan hadiah berupa uang tunai para juara akan mendapatkan hadiah berupa sertifikat.

Pada kesempatan acara pembukaan yang di hadiri oleh unsur pimpinan Yayasan BPI, Kepala Sekolah SMA BPI, Pengawas dari Disdik Ibu Dian, Dispora diwakili oleh Wisnu Mulia dan para undangan lainnya.

 Undangan peserta futsal 2016

 

Tuesday, 06 December 2016 22:42

Road To SMI Competition: Pencak Silat

Bpi2(6/7), Untuk menghadapi kompetisi Pencak silat SMI di jakarta pada tanggal 19/12 mendatang SMA BPI 2 telah menyiapkan kontingen.....

contiunue

Monday, 17 October 2016 22:19

Penyuluhan Narkoba bersama BNN Kota Bandung

SMA BPI 2, Menyelenggarakan kegiatan penyuluhan Narkoba bekerja sama dengan BNN Kota Bandung. Penyuluhan Narkoba merupakan upaya nyata SMA BPI2 untuk mencegah penggunaan Narkoba diklangan pelajar, selain itu merupakan usaha nyata bentuk kepedulian untuk melindungi generasi muda terhadap bahaya narkoba.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh Ketua BNN kota Bandung Ibu AKBP Yeni....

 

Tentang BNN Kota Bandung

Kota Bandung terletak di wilayah Jawa Barat dan merupakan  IbuKota  Propinsi Jawa Barat. Kota Bandung terletak di antara 1070° 36 Bujur Timur dan 6055° Lintang Selatan dengan luas wilayah 16.729,65 Ha, terdiri atas 30 Kecamatan dengan jumlah penduduk 2.329.928 jiwa.

Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat  dan merupakan kota terbesar ketiga di  Indonesia setelah  Jakarta  dan  Surabaya menurut jumlah penduduk.
Selain itu kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet yang banyak tersebar di kota ini, dan saat ini kota  Bandung  berangsur-angsur  juga  menjadi kota wisata  kuliner. Kota Bandung
merupakan salah satu kota tujuan wisata utama.

Sebagai daerah tujuan wisata, berbagai wisatawan baik yang datangnya dari daerah lain yang ada di Indonesia maupun wisatawan mancanegara datang berkunjung ke Bandung.
Dari segi negatif, pergeseran budaya lokal mengadopsi budaya asing menjadi trend di kalangan kawula muda yang memunculkan perilaku menyimpang dari norma adat ketimuran.
Bertolak dari hal tersebut, peluang untung penyalahgunaan narkoba di Kota Bandung sangat besar. Olehnya itu diperlukan perhatian dan penangan yang serius secara terpadu untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba di wilayah Kota Bandung, baik dari segi peredaran maupun penggunaannya.

 Pengertian dan tahapan-tahapan pembelajaran Lesson Study

 

Berikut akan saya jabarkan beberapa sumber yang menjelaskan tentang Lesson Study terlebih lagi saat ini Universitas Negeri Malang menerapkan model ini untuk Mahasiswa PPL nya. Penjelasan dibawah ini dilengkapi juga dengan sumber dimana saya dapatkan info tersebut, silahkan mengunjungi sumber tersebut apabila memang perlu.

 

PENGERTIAN :

 

Lesson Study merupakan
suatu pendekatan peningkatan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru secara kolaboratif, dengan langkah-langkah pokok merancang pembelajaran untuk mencapai tujuan, melaksanakan pembelajaran, mengamati pelaksanaan pembelajaran tersebut, serta melakukan refleksi untuk mendiskusikan pembelajaran yang dikaji tersebut untuk bahan penyempurnaan dalam rencana pembelajaran berikutnya. Fokus utama pelaksanaan lesson study adalah aktivitas siswa di kelas, dengan asumsi bahwa aktivitas siswa tersebut terkait dengan aktivitas guru selama mengajar di kelas. Sumber : Handout LS PPL Universitas Negeri Malang

 

TAHAPAN-TAHAPAN LESSON STUDY :

 

Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini, dijumpai beberapa pendapat. Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). Sementara itu, Slamet Mulyana (2007) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study, yaitu : (1) Perencanaan (Plan); (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See).

 

Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study, yaitu:

 

  1. Form a Team : membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study.
  2. Develop Student Learning
    Goals : anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study.
  3. Plan the Research Lesson : guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons.
  4. Gather Evidence of Student Learning : salah seorang guru tim melaksanakan pembelajaran, sementara yang lainnya melakukan pengamatan, mengumpulkan bukti-bukti dari pembelajaran siswa.
  5. Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa
  6. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran, mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas, dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada.
  7. Untuk lebih jelasnya, dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana (2007) dan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA), di bawah ini akan diuraikan secara ringkas tentang empat tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study

 

1. Tahapan Perencanaan (Plan)

 

Dalam tahap perencanaan, para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran, seperti tentang: kompetensi dasar, cara membelajarkan siswa, mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar, dan sebagainya, sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Selanjutnya, secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP, sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang, yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung, baik pada tahap awal, tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran.

 

2. Tahapan Pelaksanaan (Do)

 

Pada tahapan yang kedua, terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama, dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru, kepala sekolah, atau pengawas sekolah, atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer)

 

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan, diantaranya:

 

  1. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama.
  2. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural, tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study.
  3. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa.
  4. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa, siswa-bahan ajar, siswa-guru, siswa-lingkungan lainnya, dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama.
  5. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru.
  6. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran.
  7. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran berlangsung, misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan, terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP.

 

3. Tahapan Refleksi (Check)

 Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran, dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya, misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun.

 Selanjutnya, semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). Dalam menyampaikan saran-saranya, pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan, tidak berdasarkan opininya. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. Oleh karena itu, sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi.

 4. Tahapan Tindak Lanjut (Act)

 Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran, baik pada tataran indiividual, maupun menajerial.

Pada tataran individual, berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru, baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik.

Pada tataran manajerial, dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study, tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan, dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study, maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran, sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah.

 Sumber : http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/22/lesson-study-untuk-meningkatkan-pembelajaran/

 Tentang Lesson Study :

 Lesson study bukan metode pembelajaran atau strategi pembelajaran, melainkan dalam lesson study dapat dipilih dan diterapkan berbagai metode/strategi pembelajaran atau materi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, atau masalah pembelajaran yang dihadapi siswa dan pendidik,” kata dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang juga pendamping Hibah Perluasan Studi dari Kemdiknas ini.

 Sumber : http://unnes.ac.id/berita/lesson-study-bukan-metode-pembelajaran/

Penerapan Lesson Study didasarkan kepada proses, usaha yang berkesinambungan. Proses yang asli dan nyata, bukan tampil karena hanya untuk diamati. Kondisi natural inilah yang diyakini dapat membuat ilmu yang diperoleh tidak pernah dilupakan siswa. Guru harus merubah cara menyampaikan ilmunya, dari yang bersifat klasikal (penyampaian materi) menjadi eksploratif (pemahaman arti suatu ilmu). Keaktifan siswa dalam bereksplorasi tidak akan terganggu oleh banyaknya pengamat yang hadir di dalam kelasnya.

Sumber : http://www.balitbangdiklat.kemenag.go.id/indeks/jurnal-kediklatan/504-keistimewaan-dan-tantangan-lesson-study.html

 

 

 

Page 2 of 6