Administrator

Administrator

Monday, 13 July 2020 12:08

MPLS 2020 Tahun pelajaran 2020-2021

MPLS 2020 Tahun pelajaran 2020-2021

SMAS BPI 2 Bandung, mulai tanggal 13 sampai dengan 16 Jui 2020 melaksanakan kegiatan MPLS secara Daring. Kegiatan MPLS 2020 diikuti oleh seluruh siswa baru angkatan 2020. Untuk Tahun ini tema yang diangka t adalah "Menggali Kebaikan dan Potensi diri Dengan Maksimal Di Rumah"

BANDUNG, DISDIK JABAR - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah berlalu. Pelaksanaan untuk semua tingkatan jenjang pendidikan diberlakukan secara online. Semua sekolah disibukkan dengan penjaringan administratif (ijazah, rapor, akta kelahiran, kartu keluarga, dan surat tanggung jawab mutlak orang tua) sebagai prasyarat utama diterima tidaknya calon peserta didik.

Sistem PPDB melalui konsep pemerataan kebermutuan pendidikan dengan sistem zonasi, afirmasi, perpindahan, dan prestasi nilai rapor/perlombaan adalah sebuah langkah positif yang cukup baik. Ini merupakan tantangan besar bagi sekolah dalam membentuk masa depan budaya sekolah itu sendiri. Dengan mengetengahkan lima prinsip PPDB, diharapkan secara masif pendidikan bermutu berkembang bersama. Non-diskriminatif melalui zonasi. Artinya, menitikberatkan pada fisik. Siapa dekat, dia yang dapat. Memberi peluang dalam pelayanan, tidak membeda-bedakan. Semua berhak dan berkesempatan mengenyam pendidikan dengan mendapatkan lokasi sekolah terdekat.  

Prinsip kedua, objektif. Artinya, apa adanya. Jika saja PPDB dijadikan tolok ukur sekolah maju dan bermutu maka harus ada pembeda yang berdampak bagi masyarakat. Pelaksanaan tes potensial sejak awal pendaftaran, akan menjadi media alternatif dalam menata perkembangan pendidikan di Jawa Barat. Yang pasti, sistem PPDB diberlakukan menyeluruh, budaya sekolah di seluruh Indonesia akan sama dan seragam. 

Tahun ajaran baru 2020/2021 mungkin akan sedikit berbeda. Apakah ada kegiatan pembelajaran di sekolah atau tetap di rumah? Memang, kondisi pandemi telah melahirkan beberapa kebijakan yang wajib diikuti semua unit instansi pendidikan dan masyarakat. Dalam kondisi pandemi yang belum usai, mungkin akan sangat rawan jika pembelajaran langsung di sekolah dinormalkan.

Ada tiga manajemen besar dalam mimpi penjaminan mutu sekolah. Semuanya bisa diawali dalam budaya PPDB untuk mencetak serta menghasilkan insan-insan terpelajar dan berbudaya, yaitu:

  • Manajemen 1. Keunggulan sekolah dengan mengedepankan prestasi bawaan (input) calon peserta didik dari sekolah sebelumnya, dengan mengabaikan reputasi calon peserta didik. 
  • Manajemen 2. Keunggulan sekolah dengan mengedepankan skill para calon peserta didik yang bagus, memiliki prestasi dan vokasi bagus.
  • Manajemen 3. Tidak mengunggulkan kemampuan, keadaan, skill, tapi baik dalam perilakunya.

Bagaimana kondisi budaya pendidikan di Indonesia? Mau memilih yang mana? Mencetak yang mana?

  1. Prestasi (gengsi masa lalu) diutamakan, perilaku atau sikap diabaikan, tidak menjadi topik pembicaraan. Tapi, jika ada yang buruk ditutupi.
  2. Skill teruji, tapi mengabaikan kondisi, perilaku kurang diperhatikan.
  3. Perilaku bagus, keadaan bagus, skill kurang (mencari potensi). Tapi, walau kurang optimal ada harapan bisa dikembangkan, yang penting punya semangat. Beri kesempatan, berharap akan berkembang.

Bersekolah merupakan kegiatan menikmati pembelajaran. Jadi, memang harus dipikirkan untuk masa depan. Terarah dan memberikan jaminan mutu yang baik dan berkualitas. Setiap daerah atau wilayah punya kebijakan yang menjadi pertimbangan untuk memutuskan suatu kebijakan, local wisdom.

PPDB adalah kesempatan untuk meningkatkan derajat pendidikan. Semua elemen negeri diharapkan lebih empati dan simpati terhadap makna pendidikan. Karena, dalam pendidikan ada proses pembelajaran yang harus disikapi secara bijak berpengetahuan.

Pendidikan dipersiapkan secara matang, tidak dadakan. Prasyarat masuk sekolah pun mungkin bisa dilakukan lebih awal. Ini hanya sebuah aspirasi dari penulis untuk pendidikan di Indonesia. 

Contoh: Untuk pendaftaran masuk suatu sekolah, dilakukan satu semester sebelum tahun ajaran. Semua terdeteksi mau masuk ke sekolah mana. Sekolah yang dituju merekap dan menyeleksi, mulai dari administrasi, hasil  psikotes, rekomendasi awal (imtaq), dan lainnya. Jika semua ini bisa diselenggarakan serentak, setiap sekolah bisa mempersiapkan calon siswanya untuk menata pendidikan lebih awal, terarah, dan fokus. Tidak ada sisipan dan titipan kilat atau khusus. Jadi, ketika tahun ajaran dimulai, semua sudah siap dan sigap. 

Semua diawali dari PPDB yang berbudaya. Pendidikan formal, nonformal, dan informal adalah rumah budaya bagi anak negeri. Pilar penguat yang menopang mutu pendidikan emas yang gemilang. Poin penting dalam pendidikan era adaptasi pembiasaan baru adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya keterampilan IT pendidik/orang tua yang menggiring peserta didik merdeka belajar dengan senang dan gembira serta apresiatif dan kreatif.
  2. Tumbuhnya rasa kagum peserta didik kepada pendidiknya yang kompeten di bidang IT karena membuat dirinya menambah pengetahuan walau tidak sempat bertatap muka.
  3. Meningkatnya kepercayaan diri peserta didik karena menerima respons positif dari pendidik berupa acungan jempol dan sanjungan saat dia (anak didik) mengetahui bahwa pekerjaannya diteliti dengan seksama oleh pendidik dalam deretan portofolio.

Perbedaan budaya memengaruhi setiap kebijakan. Pembelajaran dengan gaya modern sangat dinamis dan baik, tapi tetap etika dikedepankan. Inilah sejatinya kesantunan belajar sebagai harapan pendidikan yang berkualitas dan unggul. Berkarya memajukan negeri melalui pendidikan Indonesia yang lebih bergengsi.***

 

sumber: http://disdik.jabarprov.go.id/news/2248/sekolah-pembentuk-budaya-dan-karakter-dipilih-melalui-seleksi-ppdb


Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19, Satuan Pendidikan di Zona Kuning, Oranye dan Merah Dilarang Melakukan Pembelajaran Tatap Muka

Jakarta, Kemendikbud -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Komisi X DPR RI mengumumkan rencana penyusunan Keputusan Bersama Empat Kementerian tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) secara virtual melalui webinar, Senin (15/06). Panduan yang disusun dari hasil kerjasama dan sinergi antar kementerian ini bertujuan mempersiapkan satuan pendidikan saat menjalani masa kebiasaan baru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, “Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.”

Tahun ajaran baru bagi pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tahun ajaran 2020/2021 tetap dimulai pada bulan Juli 2020. Namun demikian, “Untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan Belajar dari Rumah,” terang Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, pada webinar tersebut.

Terkait jumlah peserta didik, hingga 15 Juni 2020, terdapat 94 persen peserta didik yang berada di zona kuning, oranye, dan merah dalam 429 kabupaten/kota sehingga mereka harus tetap Belajar dari Rumah. Adapun peserta didik yang saat ini berada di zona hijau hanya berkisar 6 persen.

Nadiem menegaskan, proses pengambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan di kabupaten/kota dalam zona hijau dilakukan secara sangat ketat dengan persyaratan berlapis. Keberadaan satuan pendidikan di zona hijau menjadi syarat pertama dan utama yang wajib dipenuhi bagi satuan pendidikan yang akan melakukan pembelajaran tatap muka.

Persyaratan kedua, adalah jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin. Ketiga, jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Keempat, orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. “Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik melanjutkan Belajar dari Rumah secara penuh,” tegas Mendikbud.

Nadiem juga mengajak semua pihak termasuk seluruh kepala daerah, kepala satuan pendidikan, orang tua, guru, dan masyarakat bergotong-royong mempersiapkan pembelajaran di tahun ajaran dan tahun akademik baru. “Dengan semangat gotong-royong di semua lini, saya yakin kita pasti mampu melewati semua tantangan ini," kata Mendikbud. 

Panduan Pembelajaran Tatap Muka pada Zona Hijau

Di luar pelarangan yang berlaku di zona kuning, oranye, dan merah, tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik dalam menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, urutan pertama yang diperbolehkan pembelajaran tatap muka adalah pendidikan tingkat atas dan sederajat, tahap kedua pendidikan tingkat menengah dan sederajat, lalu tahap ketiga tingkat dasar dan sederajat. Itupun harus dilakukan sesuai dengan tahapan waktu yang telah ditentukan. “Namun, begitu ada penambahan kasus atau level risiko daerah naik, satuan pendidikan wajib ditutup kembali,” terang Mendikbud.

Rincian tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau adalah:

  • Tahap I: SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, Paket B
  • Tahap II dilaksanakan dua bulan setelah tahap I: SD, MI, Paket A dan SLB
  • Tahap III dilaksanakan dua bulan setelah tahap II: PAUD formal (TK, RA, dan TKLB) dan non formal.

 

Adapun sekolah dan madrasah berasrama pada zona hijau harus melaksanakan Belajar dari Rumah serta dilarang membuka asrama dan pembelajaran tatap muka selama masa transisi (dua bulan pertama). Pembukaan asrama dan pembelajaran tatap muka dilakukan secara bertahap pada masa kebiasaan baru dengan mengikuti ketentuan pengisian kapasitas asrama.

Selanjutnya untuk satuan pendidikan di zona hijau, kepala satuan pendidikan wajib melakukan pengisian daftar periksa kesiapan sesuai protokol kesehatan Kementerian Kesehatan. Kemendikbud akan menerbitkan berbagai materi panduan seperti program khusus di TVRI, infografik, poster, buku saku, dan materi lain mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan pada fase pembelajaran tatap muka di zona hijau.

Penggunaan BOS serta BOP PAUD dan Pendidikan Kesetaraan

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD dan Pendidikan Kesetaraan di masa kedaruratan Covid-19 dapat digunakan untuk mendukung kesiapan satuan pendidikan. Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 19/2020 tentang Perubahan Petunjuk Teknis BOS dan Permendikbud Nomor 20/2020 tentang Perubahan Petunjuk Teknis BOP PAUD dan Kesetaraan di masa kedaruratan Covid-19, dana dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah. Selain itu, dana BOS serta BOP PAUD dan Kesetaraan dapat digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman, masker atau penunjang kebersihan dan kesehatan lainnya termasuk alat pengukur suhu tubuh tembak (thermogun).

Untuk pembayaran honor, dana BOS dapat digunakan membayar guru honorer yang tercatat pada data pokok pendidikan (Dapodik) per 31 Desember 2019, belum mendapatkan tunjangan profesi dan telah memenuhi beban mengajar termasuk mengajar dari rumah. Mengenai persentase penggunaannya, ketentuan pembayaran honor dilonggarkan menjadi tanpa batas.

Khusus BOP PAUD dan Kesetaraan juga dapat digunakan untuk mendukung biaya transportasi pendidik. Selain itu, ketentuan persentase penggunaan BOP PAUD dan Kesetaraan dilonggarkan menjadi tanpa batas.

Adapun penggunaan BOS Madrasah dan BOP Raudhatul Athfal (RA) disesuaikan dengan petunjuk teknis yang sudah ditetapkan Kementerian Agama.

Sistem Pembelajaran di Lingkungan Perguruan Tinggi

Mengenai pola pembelajaran di lingkungan pendidikan tinggi pada Tahun Ajaran 2020/2021, Tahun Akademik Pendidikan Tinggi 2020/2021 tetap dimulai pada Agustus 2020 dan Tahun Akademik Pendidikan Tinggi Keagamaan 2020/2021 dimulai pada September 2020.

Metode pembelajaran pada semua zona wajib dilaksanakan secara daring untuk mata kuliah teori. Sementara untuk mata kuliah praktik juga sedapat mungkin tetap dilakukan secara daring. Namun, jika tidak dapat dilaksanakan secara daring maka mata kuliah tersebut diarahkan untuk dilakukan di bagian akhir semester.

Selain itu, pemimpin perguruan tinggi pada semua zona hanya dapat mengizinkan aktivitas mahasiswa di kampus jika memenuhi protokol kesehatan dan kebijakan yang akan dikeluarkan direktur jenderal terkait. Kebijakan tersebut antara lain mencakup kegiatan yang tidak dapat digantikan dengan pembelajaran daring seperti penelitian di laboratorium untuk skripsi, tesis, dan disertasi serta tugas laboratorium, praktikum, studio, bengkel, dan kegiatan akademik/vokasi serupa.

Unduh SKB Panduan Pembelajaran Tahun Akademik dan Ajaran Baru di Masa Pandemi Covid-19 

https://www.kemdikbud.go.id/main/files/download/d16ebb4e0e2245e

Thursday, 11 June 2020 04:03

Videos

   
Thursday, 11 June 2020 03:36

Videos

   
 
Tuesday, 02 June 2020 14:45

PAT Tahun Pelajaran 2019-2020

Protokol Pelaksanaan PAT online
SMA BPI 2 Bandung
(3 Juni - 10 Juni 2020)

1. Menggunakan seragam sekolah
2. Mengisi absen melalui grup WA kelas yang akan dimulai 1 jam sebelum PAT dimulai
3. Menyiapkan laptop beserta charger
4. Terhubung dengan internet
5. Log in ke ip address edubox
Kelas X :
101.128.68.78:7000/
Kelas XI :
101.128.68.78:6500/
6. Masukan user ID beserta password pada kartu peserta
7. Pilih mata pelajaran yang diujikan sesuai jadwal PAT
8. Apabila ujian ke blok silahkan menghubungi teknisi ujian (pak trian/bu luthfi) yang ada di grup kelas untuk mendapatkan kode pembuka.
9. Kode Pembuka akan berubah setiap 15 menit.
10. Jika ada kesulitan terkait pelaksanaan PAT online, peserta ujian dapat menghubungi teknisi di grup kelasnya masing masing
11. Orangtua/wali harap mendampingi selama putra/i nya melaksanakan PAT agar mengerjakan secara jujur


Bandung, Juni 2020
Panitia PAT Online SMA BPI 2

Wednesday, 20 May 2020 13:54

112 Tahun Hari Kebangkitan Nasional

Kebangkitan Nasional Indonesia adalah periode pada paruh pertama abad ke-20, di mana rakyat Indonesia mulai menumbuhkan rasa kesadaran nasional sebagai "orang Indonesia". Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.

Pada tahun 1912 berdirilah Partai Politik pertama di Indonesia (Hindia Belanda), Indische Partij. Pada tahun itu juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (di Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (di Yogyakarta), Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Boemi Poetra di Magelang. Kebangkitan pergerakan nasional Indonesia bukan berawal dari berdirinya Boedi Oetomo, tetapi sebenarnya diawali dengan berdirinya Sarekat Dagang Islam pada tahun 1905 di Pasar Laweyan, Solo.

Serikat ini awalnya berdiri untuk menandingi dominasi pedagang Tionghoa pada waktu itu. Kemudian berkembang menjadi organisasi pergerakan sehingga pada tahun 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam.

Suwardi Suryaningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis "Als ik eens Nederlander was" ("Seandainya aku seorang Belanda"), pada tanggal 20 Juli 1913 yang memprotes keras rencana pemerintah Hindia Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda. Karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tetapi karena "boleh memilih", keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Di sana Suwardi justru belajar ilmu pendidikan dan dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Hindia Belanda.

sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kebangkitan_Nasional_Indonesia

Monday, 18 May 2020 23:28

Info PPDB 2020: SMA BPI2

Info PPDB 2020: SMA BPI2

Selama Pandemik #covid19 dan pelaksanaan PSBB Kota Bandung/Jawa Barat. SMA BPI 2 Bandung tetap melaksanakan kegiatan PPDB 2020. Kegiatan PPDB 2020 bisa dilaksanakan secara online atau menghubungi panitia seperti tercantum dalam info diatas.

Sunday, 03 May 2020 23:00

Kelulusan Online Siswa Kelas XII

Kelulusan Online Siswa Kelas XII

Tahun Pelajaran 2019/2020 memang beda dari biasanya, pandemik #COVID19 membuat kegiatan belajar dan kelulusan mengalami perbedaan. Para siswa dan siswi harus tetap berada dirumah #stay@home.

Siswa-siswi kelas XII tanpa terkecuali terdampak secara langsung, kegiatan UAS dan UNBK 2020 mengalami perubahan secara langsung. UAS dan UNBK yang semestinya dilaksanakan secara tatap muka untuk tahun ini ditiadakan. sebagai penggantinya seluruh siswa melakukan kegiatan Ujian Akhir Sekolah mengikuti kegiatan UAS secara online.

Selamat kepada seluruh siswa yang telah berhasil menyelesaikan kegiatan UAS secara online. Kegiatan UAS online diikuti oleh 235 siswa terdiri dari 4 kelas jurusan IPA dan 3 kelas jurusan IPS.

Kepada seluruh siswa bisa dapat segera menyelesaiakn seluruh keperluan administrasi, untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi wali kelas masing-masing.

"SELAMAT DAN SUKSES UNTUK SELURUH SISWA KELAS XII YANG TELAH BERHASIL LULUS".

 

Page 1 of 9