Tuesday, 07 July 2020 03:43

Sekolah Pembentuk Budaya dan Karakter Dipilih Melalui Seleksi PPDB

Written by
Rate this item
(0 votes)

BANDUNG, DISDIK JABAR - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah berlalu. Pelaksanaan untuk semua tingkatan jenjang pendidikan diberlakukan secara online. Semua sekolah disibukkan dengan penjaringan administratif (ijazah, rapor, akta kelahiran, kartu keluarga, dan surat tanggung jawab mutlak orang tua) sebagai prasyarat utama diterima tidaknya calon peserta didik.

Sistem PPDB melalui konsep pemerataan kebermutuan pendidikan dengan sistem zonasi, afirmasi, perpindahan, dan prestasi nilai rapor/perlombaan adalah sebuah langkah positif yang cukup baik. Ini merupakan tantangan besar bagi sekolah dalam membentuk masa depan budaya sekolah itu sendiri. Dengan mengetengahkan lima prinsip PPDB, diharapkan secara masif pendidikan bermutu berkembang bersama. Non-diskriminatif melalui zonasi. Artinya, menitikberatkan pada fisik. Siapa dekat, dia yang dapat. Memberi peluang dalam pelayanan, tidak membeda-bedakan. Semua berhak dan berkesempatan mengenyam pendidikan dengan mendapatkan lokasi sekolah terdekat.  

Prinsip kedua, objektif. Artinya, apa adanya. Jika saja PPDB dijadikan tolok ukur sekolah maju dan bermutu maka harus ada pembeda yang berdampak bagi masyarakat. Pelaksanaan tes potensial sejak awal pendaftaran, akan menjadi media alternatif dalam menata perkembangan pendidikan di Jawa Barat. Yang pasti, sistem PPDB diberlakukan menyeluruh, budaya sekolah di seluruh Indonesia akan sama dan seragam. 

Tahun ajaran baru 2020/2021 mungkin akan sedikit berbeda. Apakah ada kegiatan pembelajaran di sekolah atau tetap di rumah? Memang, kondisi pandemi telah melahirkan beberapa kebijakan yang wajib diikuti semua unit instansi pendidikan dan masyarakat. Dalam kondisi pandemi yang belum usai, mungkin akan sangat rawan jika pembelajaran langsung di sekolah dinormalkan.

Ada tiga manajemen besar dalam mimpi penjaminan mutu sekolah. Semuanya bisa diawali dalam budaya PPDB untuk mencetak serta menghasilkan insan-insan terpelajar dan berbudaya, yaitu:

  • Manajemen 1. Keunggulan sekolah dengan mengedepankan prestasi bawaan (input) calon peserta didik dari sekolah sebelumnya, dengan mengabaikan reputasi calon peserta didik. 
  • Manajemen 2. Keunggulan sekolah dengan mengedepankan skill para calon peserta didik yang bagus, memiliki prestasi dan vokasi bagus.
  • Manajemen 3. Tidak mengunggulkan kemampuan, keadaan, skill, tapi baik dalam perilakunya.

Bagaimana kondisi budaya pendidikan di Indonesia? Mau memilih yang mana? Mencetak yang mana?

  1. Prestasi (gengsi masa lalu) diutamakan, perilaku atau sikap diabaikan, tidak menjadi topik pembicaraan. Tapi, jika ada yang buruk ditutupi.
  2. Skill teruji, tapi mengabaikan kondisi, perilaku kurang diperhatikan.
  3. Perilaku bagus, keadaan bagus, skill kurang (mencari potensi). Tapi, walau kurang optimal ada harapan bisa dikembangkan, yang penting punya semangat. Beri kesempatan, berharap akan berkembang.

Bersekolah merupakan kegiatan menikmati pembelajaran. Jadi, memang harus dipikirkan untuk masa depan. Terarah dan memberikan jaminan mutu yang baik dan berkualitas. Setiap daerah atau wilayah punya kebijakan yang menjadi pertimbangan untuk memutuskan suatu kebijakan, local wisdom.

PPDB adalah kesempatan untuk meningkatkan derajat pendidikan. Semua elemen negeri diharapkan lebih empati dan simpati terhadap makna pendidikan. Karena, dalam pendidikan ada proses pembelajaran yang harus disikapi secara bijak berpengetahuan.

Pendidikan dipersiapkan secara matang, tidak dadakan. Prasyarat masuk sekolah pun mungkin bisa dilakukan lebih awal. Ini hanya sebuah aspirasi dari penulis untuk pendidikan di Indonesia. 

Contoh: Untuk pendaftaran masuk suatu sekolah, dilakukan satu semester sebelum tahun ajaran. Semua terdeteksi mau masuk ke sekolah mana. Sekolah yang dituju merekap dan menyeleksi, mulai dari administrasi, hasil  psikotes, rekomendasi awal (imtaq), dan lainnya. Jika semua ini bisa diselenggarakan serentak, setiap sekolah bisa mempersiapkan calon siswanya untuk menata pendidikan lebih awal, terarah, dan fokus. Tidak ada sisipan dan titipan kilat atau khusus. Jadi, ketika tahun ajaran dimulai, semua sudah siap dan sigap. 

Semua diawali dari PPDB yang berbudaya. Pendidikan formal, nonformal, dan informal adalah rumah budaya bagi anak negeri. Pilar penguat yang menopang mutu pendidikan emas yang gemilang. Poin penting dalam pendidikan era adaptasi pembiasaan baru adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya keterampilan IT pendidik/orang tua yang menggiring peserta didik merdeka belajar dengan senang dan gembira serta apresiatif dan kreatif.
  2. Tumbuhnya rasa kagum peserta didik kepada pendidiknya yang kompeten di bidang IT karena membuat dirinya menambah pengetahuan walau tidak sempat bertatap muka.
  3. Meningkatnya kepercayaan diri peserta didik karena menerima respons positif dari pendidik berupa acungan jempol dan sanjungan saat dia (anak didik) mengetahui bahwa pekerjaannya diteliti dengan seksama oleh pendidik dalam deretan portofolio.

Perbedaan budaya memengaruhi setiap kebijakan. Pembelajaran dengan gaya modern sangat dinamis dan baik, tapi tetap etika dikedepankan. Inilah sejatinya kesantunan belajar sebagai harapan pendidikan yang berkualitas dan unggul. Berkarya memajukan negeri melalui pendidikan Indonesia yang lebih bergengsi.***

 

sumber: http://disdik.jabarprov.go.id/news/2248/sekolah-pembentuk-budaya-dan-karakter-dipilih-melalui-seleksi-ppdb


Read 387 times Last modified on Tuesday, 07 July 2020 03:50
Login to post comments